Tiga Citra Multispektral Open-Source Untuk Deteksi Alterasi Hidrotermal

Indonesia merupakan negara tropis. Sehingga masih terdapat keterbatasan dalam hiperspektral. Kendati demikian, masih terdapat beberapa satelit yang dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi keberadaan alterasi hidrotermal. Berikut satelit yang dapat dimanfaatkan:

1. Sentinel-2 MSI
Sumber: European Space Agency (ESA)

Sentinel-2 Multispectral Instrument (MSI) merupakan satelit yang diluncurkan oleh European Space Agency (ESA). Adapun terdapat yaitu Sentinel-2A dan Sentinel-2B. Satelit ini memiliki kemampuan untuk mendeteksi mineral hidrotermal melalui saluran SWIR yang terdapat pada band 11 dan band 12 dengan resolusi 20 meter persegi.

2. Landsat-8 OLI
Sumber: U.S. Geological Survey

Diluncurkan 11 februari 2013, Landsat-8 OLI merupakan satelit hasil kerjasama antara NASA dan USGS. Satelit ini pun juga dilengkapi dengan SWIR yang terletak pada band 6 dan band 7. Adapun keunggulan satelit ini dibandingkan satelit lain ialah kemampuan untuk mendeteksi suhu. Sehingga akan semakin baik digunakan khususnya pada prospeksi geotermal.

3. Advanced Spaceborne Thermal Emission and Reflection Radiometer (ASTER)
Sumber: NASA

Advanced Spaceborne Thermal Emission and Reflection Radiometer atau lebih dikenal dengan sebutan ASTER merupakan satelit yang diluncurkan oleh TERRA. Satelit ini memiliki 6 saluran SWIR. Sayangnya, satelit ini mengalami kerusakan pada April 2008 akibat adanya overheating pada saluran SWIR tersebut. Sehingga menyebabkan adanya keterbatasan pada resolusi waktu yang memungkinkan tidak terlihatnya perubahan bentuk lahan yang dijadikan target eksplorasi.

Tinggalkan komentar