Secara umum, endapan epitermal merupakan endapan yang terbentuk pada kedalaman dangkal dengan mineralisasi yang mengisi bidang rekahan.
1. Terminologi
Epitermal sulfidasi rendah seringkali disebut sebagai ‘Tipe Sericite-Adularia’ sedangkan epitermal sulfidasi rendah disebut ‘Tipe Asam Sulfat’.
2. Kadar Au dan Cu
Pada sulfidasi rendah, pH pada fluida hidrotermal cenderung mendekati netral sehingga kadar emas akan lebih tinggi pada kondisi sulfidasi tersebut. Sedangkan sulfidasi tinggi pH akan cenderung asam yang menyebabkan kadar Cu akan sangat tinggi.
3. Mineral Indikator
Endapan epitermal sulfidasi rendah memiliki mineral indikator berupa Sphalerite, Galena, Chalcopyrite, dan Tetrahedrite. Sedangkan endapan epitermal sulfidasi tinggi memiliki mineral indikator berupa enargite, luzonite, dan covellite.
4. Zonasi Alterasi
Zona alterasi pada epitermal sulfidasi tinggi akan ditandai dengan keberadaan alterasi argilik lanjut dengan mineral alunite dan phrophylite pada zona terdalamnya. Sedangkan epitermal sulfidasi tinggi ditandai oleh keberadaan zona alterasi argilik menengah dan alterasi chloritic dengan adularia.
Referensi
Hedenquist, J., Arribas, A., dan Gonzalez-Urien, E. (2000). Exploration for Epithermal Gold Deposits. SEG Reviews Vol. 13, pp. 245-277

