Seringkali kita membaca melalui sosial media linkedin dari rekan-rekan geologi di Australia (Mahasiswa maupun profesional) bahwa fitur geologi berupa Gossans dan Leached Cap dapat menjadi target penuh di berbagai eksplorasi lingkungan Porfiri di negaranya, mulai dari desktop study hingga pemetaan skala detil. Dari sini mungkin muncul pertanyaan, apa arti sebenarnya dari Gossans dan Leached Cap? Apakah fitur geologi ini dapat dijadikan target eksplorasi di Indonesia?
Gossans atau Leached Cap merupakan fitur geologi pada lingkungan porfiri berpa produk reaksi kimia pada batuan yang larut akibat suatu fluida yang bersifat asam dan encer (Taylor, 2011). Mengacu pada Briggs (2013), Gossans atau Leached Cap juga dapat diartikan sebagai batulempung teralterasi dan teroksidasi secara penuh pada sebuah sistem endapan porfiri yang umumnya dapat dilihat pada permukaan serta memiliki ketebalan hingga 487 meter. Fitur ini juga dikarakterisasi oleh warna-warna logam berkarat dari mineral yang bersifat limonitik seperti Hematit, Jarosit, Goetit, dan Limonit (Taylor, 2011).
Adapun Taylor (2011) mengklasifikasikan suatu Gossans/Leached Cap berdasarkan 2 aspek utama sebagai berikut:
Mineral
- Dominan Limonite (Limonite Dominant)
- Dominan Kuarsa (Quartz Dominant)
- Dominan Lempung (Clay Dominant)
Kenampakan
- Mencolok (Conspicous)
- Tidak Mencolok (Inconspicuous)
- Tersembunyi (Hidden)
- Tersebunyi Tidak Mencolok (Conclead Inconspicuous)
Keberadaannya di Indonesia
Di Indonesia, fitur Gossans/Leached Cap dapat dijumpai pada salah satu Endapan Epitermal Sulfidasi Rendah di daerah Kerta dan daerah Pulau Merah. Namun yang menjadi perbedaan dengan rata-rata endapan di Australia ialah adanya vegetasi rerumputan yang sangat mendominasi dengan sesekali ditumbuhi oleh pepohonan. Pada kawasan Kerta, Leached Cap diklasifikasikan sebagai Dominan Kuarsa – Tersembunyi (Quartz Dominant – Hidden) (Taylor, 2011). Sedangkan di kawasan Pulau Merah, leached cappings diklasifikasikan sebagai Dominan Hematit/Dominan Limonitik (Harrison, 2017).
Sehingga dari artikel ini dapat disimpulkan bahwa penargetan fitur Gossans/Leached Cap di Indonesia tidak dapat dimulai desktop study khususnya pada bagian barat Indonesia yang cenderung didominasi hutan hujan tropis, sehingga diperlukan pemetaan secara langsung. Kendati demikian di bagian timur Indonesia, gossans/leached cappings masih layak menjadi target eksplorasi secara penuh mulai desktop study hingga pemetaan detil.
Referensi
- Briggs, D.F. (2014). Supergene Enrichment – How Natural Processes have Transformed Low-Grade Copper Mineralization into Economic Ores. Mining and You. Tucson Citizen
- Harrison, R.L. (2017). The Tumpangpitu Porphyry Gold-Copper-Molybdenum and High-Sulfidation Epithermal Gold-Silver Deposit, Tujuh Bukit, Southeast Java, Indonesia. Master of Economic Geology Thesis. Tasmania: CODES ARC Centre of Excellence in Ore Deposits, University of Tasmania
- Taylor, R. (2011). Gossans and Leached Cappings: Field Assessment. Springer Link. ISBN: 978-3-642-22051-7
Photo Credit: Gettyimages
Penulis: Mochamad Risyad Rizkyafdhal

